facebook twitter
 
home » news

3 Desember 2017: IR 1
Dibuat : 03/12/2017 02:36:56

RENCANA/IMPIAN VS REALITAS HIDUP

Pdt. Agus Lutan

Ibadah Raya I – Pkl. 07.00 WIB – 3 Desember 2017

 

Pada waktu itulah Musa lahir dan ia elok di mata Allah. Tiga bulan lamanya ia diasuh di rumah ayahnya. Lalu ia dibuang, tetapi puteri Firaun memungutnya dan menyuruh mengasuhnya seperti anaknya sendiri. Dan Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir, dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya. Pada waktu ia berumur empat puluh tahun, timbullah keinginan dalam hatinya untuk mengunjungi saudara-saudaranya, yaitu orang-orang Israel. Ketika itu ia melihat seorang dianiaya oleh seorang Mesir, lalu ia menolong dan membela orang itu dengan membunuh orang Mesir itu. Pada sangkanya saudara-saudaranya akan mengerti, bahwa Allah memakai dia untuk menyelamatkan mereka, tetapi mereka tidak mengerti. Pada keesokan harinya ia muncul pula ketika dua orang Israel sedang berkelahi, lalu ia berusaha mendamaikan mereka, katanya: Saudara-saudara! Bukankah kamu ini bersaudara? Mengapakah kamu saling menganiaya? Tetapi orang yang berbuat salah kepada temannya itu menolak Musa dan berkata: Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami? Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti kemarin engkau membunuh orang Mesir itu? Mendengar perkataan itu, larilah Musa dan hidup sebagai pendatang di tanah Midian. Di situ ia memperanakkan dua orang anak laki-laki. (Kis. 7:20-29)

Seringkali yang menjadi masalah dalam hidup kita adalah kenyataan/fakta/realitas hidup yang kita alami bertolak belakang dengan apa yang kita pikirkan, rencanakan, bayangkan dan mimpikan. Apa yang kita pikirkan, rencanakan, bayangkan dan impikan adalah hal-hal yang sangat indah (wonderful) namun faktanya hidup yang kita jalani sangat sulit dan penuh dengan pergumulan hidup. Ada yang berpikir hidup di dalam pernikahan itu indah namun faktanya mereka menghadapi banyak tantangan, punya anak membuat hidup berbahagia namun faktanya hidup menjadi penuh beban ketika anak berbuat sesuatu yang salah. Sama dengan hidup dalam kekristenan, kita berpikir bahwa hidup akan sangat indah, menyenangkan dan penuh berkat, namun pada kenyataannya yang kita hadapi adalah hidup yang penuh tantangan dan pergumulan.

Dalam Alkitab diceritakan mengenai Musa, yaitu seorang yang mendapatkan perkenanan Tuhan (Favor Tuhan) dan perlindungan ilahi dari Tuhan, kenapa? karena pada saat Musa lahir terjadi pembantaian anak-anak laki yang baru lahir, namun Musa diselamatkan. Walaupun Musa mendapatkan perkenanan Tuhan namun hidup Musa tetap ada dalam pergumulan hidup. Favor Tuhan/perkenanan Tuhan atas hidup Musa :

1.       Membuka Akses Ilahi

Favor Tuhan/perkenanan Tuhan membuka akses Tuhan atas hidup kita, pintu/jalan yang terbuka untuk Tuhan masuk dan menolong serta melindungi kita.

2.       Ada Pertemuan Ilahi

Pertemuan antara Musa dan putri Firaun berada dalam waktu yang sangat tepat, hal ini disebut Divine Appointment, ada pertemuan ilahi yang terjadi, waktu yang tepat yang dirancangkan Tuhan sehingga Musa tepat bertemu dengan putri Firaun. Pertemuan yang terjadi antara putri Firaun dan Musa ada kasih sayang/jatuh cinta yang timbul di hati putri Firaun terhadap Musa walaupun putri Firaun mengetahui bahwa bayi tersebut adalah orang Israel.

3.       Mendapatkan Promosi Ilahi

Musa mendapatkan kasih sayang dari Putri Firaun sehingga dia diangkat menjadi anaknya. Ada promosi yang didapatkan musa, diangkat menjadi anak putri Firaun, dia mendapat air susu dari ibu kandungnya sendiri dan mendapatkan fasilitas yang luar biasa (privilege).

4.       Mendapatkan Double Blessing (double porsi)

Ketika Musa mendapatkan Favor Tuhan maka dia kemudian menjadi berkat bagi bangsa Israel, dipakai Tuhan secara luar biasa.

Musa mendapatkan Favor Tuhan maka ada tujuan yang Tuhan inginkan utnuk Musa kerjakan. Saat Musa berumur 40 tahun maka dalam hati Musa timbul keinginan untuk mengunjungi saudara-saudaranya orang Israel. Pada saat itulah dia kemudian membunuh orang Mesir untuk membela orang Israel, saat dia menemukan ada orang Mesir menganiaya orang Israel. Namun, hal itu bukan menjadi kebanggaan walaupun dikerjakan dengan hati yang tulus dan maksud baik, orang Israel malah menolak Musa. Penolakan yang dialami oleh Musa merupakan hal yang biasa terjadi ketika orang Israel tidak terbiasa dengan kehadiran Musa, karena Musa dibesarkan dalam lingkungan orang-orang Mesir sehingga sedikit banyak berpengaruh terhadap perilaku dan karakter Musa. Penolakan yang dialami Musa membuat Musa melarikan diri, bertolakbelakang 180 derajat, fasilitas yang Musa terima hilang, dari anak kerajaan menjadi pelarian selama 40 tahun di Midian. Kenyataan hidup yang dialami Musa sangat sulit dan jauh dari apa yang diharapkan Musa. Tiga (3) tahap dari Visi: lahirnya sebuah visi/impian/harapan, visi tersebut seolah-olah mati, namun visi yang kita terima akan bangkit kembali. Kenapa terjadi penolakan dan Musa melarikan diri karena Musa belum siap dan orang-orang Israel juga belum siap.

Kita seperti anak panah yang disimpan Tuhan untuk diluncurkan pada waktu Tuhan yang tepat, dalam proses menunggu dan tergenapinya maka kita harus mempersiapkan diri. Mungkin saja apa yang kita alami saat ini sangat jauh dari impian kita, mari untuk terus percaya dan berharap kapada Tuhan bahwa Tuhan tidak pernah lupa akan janjiNya.

Amin! God Bless You