facebook twitter
 
home » news

18 JUNI 2017 IR 1
Dibuat : 18/06/2017 02:09:43

SEBERAPA SERIUS KITA SIAP BILA …. ?

Pdt. Harry Sanoza

Ibadah Raya I - Pkl. 07.00 WIB – 18 Juni 2017

Perjalanan hidup manusia sangat pendek. Kita lahir, menjadi kanak-kanak, pemuda, dewasa muda, tua, lansia dan akhirnya mati. Oleh karena itu, kita perlu memaknai hidup dengan penuh ucapan syukur, hidup yang kita hidupi hendaknya senantiasa ada dalam sukacita bersama Tuhan. Memang perjalanan hidup manusia seringkali dilanda masalah dan pergumulan hidup, namun senyum kita hendaknya tidak hilang dari wajah kita. Tua bukan berarti meninggal duluan, akhir-akhir ini yang muda justru meninggal duluan. Sudahkah kita hidup dalam perkenanan Tuhan.

Maut kerap datang begitu tiba tiba dan bisa dimana saja. Sehingga sering membuat orang tercengang dan bertanya mengapa bisa? Mengapa begitu cepat? Bagi yang tua pun sering bertanya mengapa anakku dan bukan aku?

Setiap yang percaya kepada Tuhan Yesus hendaknya hidupnya menjadi serupa dengan gambaran Allah dalam segala sesuatu yang dikerjakan dalam dunia ini. Ketika menjadi serupa dengan gambaran Allah maka banyak hal yang dikerjakan untuk memuliakan nama Tuhan. Serupa dengan gambaran Allah berarti melakukan segala sesuatu seperti yang Tuhan kehendaki untuk kita lakukan. Apa yang Tuhan kehendaki untuk kita kerjakan selama kita hidup di dunia? Tidak mudah namun bukan berarti tidak bisa. Jangan sia-siakan apa yang sudah Tuhan ciptakan, selalu melakukan yang baik dan yang berkenan kepada Tuhan dan tetaplah tersenyum, sebab hati yang gembira adalah obat namun semangat yang patah mengeringkan tulang (Ams 17:22)

 

Sering kita “ Terjebak “ seolah olah kita besok masih ada, sementara Firman selalu mengingatkan:

Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (Mat. 6:34)

Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? (Mat. 7:22)

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu." (Mat. 10:15)

Sia-sialah apa yang kita lakukan ketika kita dengan bersusah payah dan bersusah hati melakukan segala sesuatu selama kita hidup untuk tujuan duniawi dan hanya memikirkan kesenangan sendiri, karena segala sesuatu Tuhan yang punya dan karuniakan kepada kita sesuai dengan kehendaknya.

 

Sudahkah kita berjaga jaga, dengan arti setiap tutur bahasa dan sifat karakter kita?

karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman--maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin--mereka pasti tidak akan luput. Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan. Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, (1 Tes. 5:2-9)

Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup (2 Ptr. 3:10-11)

Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. (Mat. 24:43)

Apa kita peduli? Apa ini semua menyadarkan kita, agar bila saatnya tiba kita telah siap? Tuhan sudah memberikan peringatan agar kita selalu hidup dalam kekudusan dan kebenaran Firman Tuhan, karena pada saatnya nanti apa yang kita lakukan selama hidup di dunia akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan pada saat penghakiman.

 

Hari-hari ini adalah hari terakhir, ingatlah bahwa sebentar saja Tuhan akan datang kembali.

Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir … Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya. (1 Yoh. 2:18-20)

Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga." (Mat. 24:42-44)

 

Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, namun Iblis berusaha menghancurkan gambar Allah itu. Masihkah kita tidak mau bersiap siap dengan setiap saat mendekatkan diri pada-Nya?