facebook twitter
 
home » news

18 JUNI 2017 IR 2
Dibuat : 18/06/2017 04:19:31

做人#201;有'030;点 – TURNING POINT TO COMEBACK
Pdt. Harry Sanoza

Ibadah Raya II - Pkl. 09.00 WIB – 18 Juni 2017

Manusia harus ada titik akhir untuk berbalik. Semua dari kita pasti pernah melakukan sesuatu yang sangat menyedihkan hati Tuhan dan sampai hari ini kita masih diberi kesempatan untuk berbalik. Namun seringkali kita susah untuk berbalik karena masih berpikir waktu masih panjang.

Pointnya : Merasa perlukah kita? Maukah kita?

Kita selalu punya banyak alasan untuk “ memperlambat ” berbalik dari kebiasaan kita!

Ada saat ketika kita melakukan kesalahan karena mengikuti keinginan daging kita, namun ada waktu dimana kita harus berbalik dari jalan-jalan kita yang jahat. Semua seiring dengan pengenalan kita akan Tuhan dan kebenarannya. Tuhan masih memberi kesempatan kepada kita berbalik, jangan terus menerus berada dalam zona nyaman kita. Waktu atau kesempatan itu diberikan kepada kita karena Tuhan begitu mengasihi kita, namun bukan berarti kita menunda-menunda karena berpikir waktu masih panjang.

Kita perlu mengerti bahwa Tuhan mempunyai rencana dan rancangan yang baik dan besar bagi setiap kita yang percaya kepadaNya. Hidup yang kita hidupi dalam tubuh ini di dunia tidak sepanjang apa yang kita pikirkan, akhir-akhir ini kita mendengar berita bahwa anak-anak muda meninggal karena kecelakaan atau pembunuhan, tua bukan berarti meninggal duluan oleh karena itu pergunakan setiap waktu dan kesempatan yang ada untuk hidup berkenan kepada Tuhan. Manusia pasti tidak luput dari kesalahan dan melakukan pelanggaran namun yang penting apakah kita mau bertobat dan berbalik arah.

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir…. Berkatalah aku dalam hati: "Allah akan mengadili baik orang yang benar maupun yang tidak adil, karena untuk segala hal dan segala pekerjaan ada waktunya." (Pen. 3:11, 17)

Karena siapakah yang mengetahui apa yang baik bagi manusia sepanjang waktu yang pendek dari hidupnya yang sia-sia, yang ditempuhnya seperti bayangan? Siapakah yang dapat mengatakan kepada manusia apa yang akan terjadi di bawah matahari sesudah dia? (Pen. 6:12)

Janganlah terlalu fasik, janganlah bodoh! Mengapa engkau mau mati sebelum waktumu? (Pen. 7:17)

Siapa yang mematuhi perintah tidak akan mengalami perkara yang mencelakakan, dan hati orang berhikmat mengetahui waktu pengadilan, karena untuk segala sesuatu ada waktu pengadilan, dan kejahatan manusia menekan dirinya. Sesungguhnya, ia tak mengetahui apa yang akan terjadi, karena siapakah yang akan mengatakan kepadanya bagaimana itu akan terjadi? Tiada seorangpun berkuasa menahan angin dan tiada seorangpun berkuasa atas hari kematian. Tak ada istirahat dalam peperangan, dan kefasikan tidak melepaskan orang yang melakukannya. (Pen. 8:5-8)

Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba. (Pen. 9:12)

Apapun keadaan kita, kalau kita sedang berada dalam keadaan yang salah dan tidak berkenan kepada Tuhan, maka BERBALIKLAH dengan segera.

Ingat cerita di Alkitab mengenai anak yang hilang, ketika anak tersebut mengingat bahwa di rumah bapanya ada segala sesuatu yang dia butuhkan maka dia kemudian pulang ke rumah bapanya. Saat kita tahu bahwa di rumah Bapa tersedia segala sesuatu yang kita butuhkan maka berbaliklah dari jalan yang salah kembali ke jalan yang benar.

Anggaplah bahwa hidup ini singkat, waktu yang kita punya di dunia ini tidak banyak. Apa yang menjadi tujuan hidup kita?

Sering karena begitu keras tekanan kebutuhan hidup, maka yang kita kejar adalah: uang, kekayaan, kehormatan atau kekuasaan. Namun, ingatlah bahwa kesemuanya itu adalah sementara, tidak akan dibawa saat kita mati.

Mengapa sesal selalu datang terlambat? Mengapa harus terbentur baru tahu sakit?

Jangan sampai menyesal dikemudian hari. Tuhan seringkali memperingatkan kita lewat banyak hal, berbaliklah dengan segera sebelum terlambat, karena selamanya kesempatan itu ada.

Waktu tidak akan kembali , maka sayangilah selagi ada!

Masihkah ini kurang kuat untuk menyadarkan kita, agar kita segera berbalik dari segala karakter yang tidak sesuai dengan yang Allah kehendaki?

 

Kita diciptakan Tuhan menurut gambar dan rupa Allah, maka kita hidup juga hendaknya serupa dengan gambar dan rupa Allah. Ada tujuan khusus dari Tuhan yang DIA rencanakan untuk kita lakukan selama kita hidup di dunia ini dengan tujuan untuk memuliakan nama Tuhan. Hiduplah sesuai dengan rencana Tuhan untuk memuliakan nama Tuhan, karena hidup kita berharga di mata Tuhan.