facebook twitter
 
home » news

18 JUNI 2017 IR 3
Dibuat : 18/06/2017 07:03:22

JANGAN MATI SEBELUM BERBUAH!

Pdt. Harry Sanoza

Ibadah Raya III - Pkl. 11.15 WIB – 18 Juni 2017

 

Banyak orang yang mungkin merasa sudah berbuah. Untuk mengecek apakah kita sudah benar-benar berbuah, kita bisa melihatnya dari perbuatan kita misalnya, dalam hal mengampuni, memberi, mengasihi. Buah pertobatan adalah buah-buah roh (Gal. 5:22-23) yang akan dilihat orang di sekitar kita, karena kita adalah gambar Yesus di dunia sehingga menghasilkan buah jiwa-jiwa yang percaya kepada Yesus. Bila kita tidak berbuah, kita bisa dikutuk seperti yang Yesus lakukan kepada pohon ara yang tidak berbuah (Mat. 21 : 18-22). Berbuah itu harus bagi kita yang sudah diselamatkan oleh Kristus.

 

Hal-hal apa yang membuat kita tidak berbuah?

 

1.       SALAH MENGERTI KEHENDAK ALLAH AKAN SEMUA PEMBERIAN-NYA

Sekarang apa yang ada pada kita saat ini, apa itu bukan Pemberian Allah?

Kita sering salah mengerti mengenai apa yang Allah kehendaki dalam pemberian yang diberikan pada kita dengan tidak berbuat apa-apa sehingga pada akhirnya kita yang hancur sendiri. Semua hal yang kita miliki seharusnya kita gunakan untuk memberitakan kebaikan-Nya. Namun, seringkali kita merasa tidak punya apa-apa padahal Tuhan sudah memberikan banyak kepada kita, baik itu talenta, berkat, posisi, lingkungan kita. Tuhan juga memberikan kuasa yang luar biasa kepada kita sebagai anak-anak-Nya. Jangan takut dan gunakan kuasa itu untuk memuliakan Allah. Jangan pernah merasa kita tidak punya apa-apa!

 

2.       GAGAL MENANGKAP FIRMAN ALLAH

Salah satu hal yang membuat kita tidak berbuah adalah gagal menangkap firman Allah. Mengapa kita gagal menangkap firman Allah ? Sementara kita merasa mengerti!

Butuh kerendahan hati untuk mau diajar oleh Tuhan dan menerima semua firman-Nya untuk memperbaiki hidup kita.

.

3.       KURANG BERSYUKUR

Bersyukurkah kita , jika masih ...... ?

Kita adalah ciptaan Allah, bersyukurlah akan tubuh, jiwa, dan roh kita serta jalan hidup yang Tuhan berikan. Ada maksud Tuhan menciptakan kita sebagaimana kita ada sekarang. Jadi, terima semua pemberian-Nya dan yakin Ia sudah memberi yang terbaik bagi kita. Sayangnya kita sepertinya sudah merasa selayaknya setiap hari terima berkat dari Tuhan. Kita merasa sudah berikan banyak kepada Tuhan dan merasa Ia harus membalas semuanya. Padahal, sebelum kita memberi kepada-Nya, Ia sudah lebih dulu memberikan hidup-Nya kepada kita. Bila kita mengerti hal ini, kita tidak akan menuntut apa-apa dari Tuhan melainkan selalu bersyukur dengan hidup kita.

 

Firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk setia pada perkara kecil, maka pintu dibukanya pada perkara yang lebih besar (Matius 25 : 13 - 30). Kita dapat mempelajari beberapa hal dari firman tersebut, yaitu :

       Apa Tuhan tidak adil dengan memberi jumlah yang berbeda ?

Kapasitas kita masing-masing berbeda, Tuhan memberi sesuai kapasitas kita. Setia dan gunakan semua yang Tuhan berikan semaksimal mungkin dalam hidup kita untuk memuliakan-Nya.

 

       Bukankah adil jika diberi jumlah yang sama , sehingga pasti membuat mereka semangat ?

Tuhan Maha Adil lebih mengerti apa yang adil bagi kita. Jadi, mari kita selalu percaya apa pun keputusan-Nya.

 

       Tidak karena Tuhan tahu kemampuan orang dan kita mau dilihat , setia tidak pada yang kecil !

Tuhan menguji kesetiaan kita dari hal-hal yang kecil.

 

Apa arti ayat ini bagi kita :  Kejadian 1 : 26 – 27 dan Yohanes 14 : 10 – 14?

Ingat jangan pernah kita membuat rencana Allah gagal hanya dikarenakan kita “ Menaruh “ diri kita dalam Kotak “tidak bisa“, “ Tidak Mampu “, “ Miskin ”, “ tidak punya modal ”, “ Lumpuh ”.  Hati-hatilah!   

 

 

Tuhan Yesus sudah mengorbankan diri-Nya untuk kita dan mengangkat hidup kita yang dulunya terikat dosa menjadi hidup penuh kemuliaan Tuhan. Karena itu, kita harus selalu sukacita dan berbuah di dalam Dia sehingga roh kita selalu menyala-nyala melayani Tuhan apa pun situasi yang kita hadapi. Mari, selama masih ada waktu kita terus berbuah untuk kemuliaan Tuhan!