facebook twitter
 
home » news

6 Agustus 2017: IMPACT
Dibuat : 13/08/2017 00:12:36

MEMBERKATI ADALAH KUNCI DIBERKATI

Pdt. Henry Salakparang

Ibadah Impact - Pkl. 14.00 WIB – 6 Agustus 2017

 

Memberkati orang lain adalah kunci hidup kita diberkati. Kita bisa melihat contohnya dari tokoh Alkitab, yaitu :

 

1.       PEREMPUAN YANG MENGURAPI TUHAN YESUS

“Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus. Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: "Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini? Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin." Lalu mereka memarahi perempuan itu. Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia." (Mrk. 14:3-9)

 

Minyak narwastu yang digunakan perempuan itu untuk mengurapi Yesus adalah minyak yang sangat mahal. Bukan hanya harganya, tapi dari sisi tradisinya minyak narwastu digunakan untuk saat-saat yang berharga bagi seorang perempuan. Perempuan itu melakukannya karena ia rindu memberkati Tuhan Yesus. Pada saat itu, orang-orang di sekitarnya tidak menghargai perbuatan perempuan itu tetapi Tuhan Yesus tersentuh dan memberkatinya. Berkat yang perempuan itu dapat adalah ia diingat selama-lamanya. Ketika kita berbuat baik, kita pasti diingat.

 

2.       SALOMO

Salomo mengalami berkat berkelimpahan karena ia meminta hikmat, bukan minta kekayaan (1 Raj. 3 :1-15). Salomo lebih mementingkan hikmat untuk bisa memimpin bangsa Israel dengan bijaksana daripada kepentingannya sendiri. Tuhan memberi hikmat dan pengertian sehingga seumur hidup Salomo tidak ada raja yang seperti dia “Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian. Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: "Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau. (1 Raj. 3:10-12). Apa yang kita tabur pasti kita tuai. Kalau kita menabur kebaikan, kita akan menuai kebaikan.

 

3.       PEREMPUAN SAMARIA

Ada seorang perempuan Samaria yang memberi Yesus minum air (Yoh. 4:1-42). Ketika ia mau ditegur oleh Yesus atas dosanya, Yesus memberkatinya dan menjadikannya saksi-Nya sehingga banyak yang menjadi percaya kepada Yesus melalui dirinya seperti tertulis “Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat." (Yoh. 4:39). Perempuan Samaria itu meninggalkan dosa-dosanya dan melayani Tuhan. Ketika kita meninggalkan dosa-dosa kita dan fokus memberi yang terbaik untuk Tuhan, kita akan diangkat dan diberkati oleh-Nya

 

4.       ABRAHAM

“Maka berkatalah Abram kepada Lot: "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat. Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri." (Kej.13:8-9)

 

Abraham adalah paman Lot. Ketika daerah yang mereka tempati bersama tidak cukup menampung semua ternak dan kekayaan mereka, ia tidak mau bertengkar dengan Lot dan meminta Lot memilih daerah yang Lot mau. Abraham mendahulukan kepentingan Lot di atas kepentingannya sendiri. Pada akhirnya, Lot ternyata memilih daerah yang kemudian dimusnahkan (Sodom dan Gomora) sedangkan Abraham mendapatkan daerah yang terbaik. Kita lepaskan keegoisan kita dan memberkati orang lain, maka Tuhan sendiri yang akan membalasnya kepada kita.

 

Jadi, seperti yang kita pelajari dari keempat tokoh Alkitab tersebut, ketika kita memberkati orang lain kita pasti akan diberkati oleh Tuhan. Sekalipun perbuatan kita tidak dihargai di mata manusia, mari kita tidak jemu-jemu berbuat kebaikan bagi orang lain “Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik.” (2 Tes. 3:13)

Amin! God Bless You