facebook twitter
 
home » news

6 Agustus 2017: IR 5
Dibuat : 13/08/2017 00:14:08

KEKERINGAN VS AIR HIDUP

Pdt. Agus Lutan

Ibadah Raya V - Pkl. 16.30 WIB – 6 Agustus 2017

 

Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan." "Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula." (Luk. 11:23-26)

 

Perikop di atas terjadi setelah Yesus mengusir roh jahat, namun banyak orang yang mengejek dan membenci Yesus.

Seperti yang kita ketahui, fokus pelayanan Yesus adalah:

1.       Preaching (khotbah) à kemana saja Yesus pergi, DIA selalu berkhotbah kepada orang banyak

2.       Healing (kesembuhan) à Yesus membawa kesembuhan bagi orang banyak kemana saja DIA pergi

3.       Deliverence (dilepaskan) à selain kesembuhan, Yesus juga membawa kelepasan kemana saja DIA pergi.

Apa yang Tuhan Yesus lakukan itu baik namun ditanggapi tidak baik oleh orang lain. Sama seperti yang Yesus alami begitu juga dengan kita, seringkali kita sudah melakukan hal baik namun tetap saja mendapatkan kritik dari orang lain. Apa yang kita lakukan ketika dikritik? Kita hendaknya menerima kritik sebagai sesuatu yang dapat membuat kita introspeksi diri dan menjadi lebih baik lagi. Tanggapi kritik dengan sikap yang positif. Dari kritikan orang lain, kita bisa belajar MAWAS DIRI à jika berbuat baik saja kita dikritik, apalagi jika kita berbuat jahat. Jadi, jaga cara hidup kita dengan selalu berbuat baik.

 

Kesembuhan dan kelepasan yang Yesus berikan harus kita responi juga dengan baik. Saat kita sudah mengalami kelepasan maka bagian yang harus kita lakukan selanjutnya adalah mengisi hati dan hidup kita dengan firman Tuhan dan membangun keintiman dengan Tuhan. Bila hati dan hidup kita tidak diisi firman Tuhan, maka roh jahat akan kembali mengisinya seperti yang dapat kita pelajari dari perikop ini:

Tempat yang KERING menjadi akses untuk iblis bekerja (Luk. 11:24)

Tempat yang kering adalah tempat dimana iblis bekerja. Bagian mana saja yang bisa menjadi kering dalam hidup kita?

1.       EMOSI

Orang yang kering secara emosi adalah orang yang kehilangan kemampuan untuk bersukacita dan tersenyum. Saat ini banyak orang yang mengalami kekeringan secara emosi. Kejadian yang kita alami dalam hidup seperti masalah dan pergumulan dapat membuat kita kehilangan sukacita dan senyum kita. Oleh karena itu kita memerlukan passion/semangat/gairah untuk melakukan banyak hal, diperlukan semangat dan gairah untuk membangun sukacita dalam melakukan perkerjaan dan pelayanan kita. Orang yang kehilangan sukacita tidak memiliki banyak teman. Pergaulannya menjadi terbatas karena orang lain menghindari orang yang seperti ini. Sebaliknya, orang yang memiliki sukacita dan gairah akan mengalami keberhasilan dan kesuksesan baik dalam pekerjaan, rumah tangga dan pelayanan.

 

2.       ROHANI

Selain kekeringan emosi, ada juga yang mengalami kekeringan rohani. Orang yang rohaninya kering tidak semangat ibadah, memuji, menyembah Tuhan. Jika rohani kita tidak kering, kita pasti menanti-nantikan waktu beribadah.

Kita harus mengantisipasi agar kekeringan tidak terjadi dalam hidup kita dan tidak menjadi akses untuk iblis bekerja dengan cara selalu introspeksi diri, membangun keintiman dengan Tuhan serta membangun hal-hal positif. Hal-hal yang dapat menjadi penyebab kekeringan dalam hidup kita antara lain: Kelelahan/keletihan seperti yang dialami Elia (1 Raj. 19:1-8). Ada saatnya kita harus beristirahat dari segala rutinitas yang kita lakukan. Tuhan memberikan waktu istirahat kepada kita agar kita dapat recharge energi dan semangat.

 

Apa yang kita lakukan saat kita mengalami kekeringan? à Kita Membutuhkan AIR HIDUP

“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.” (Kej. 1:1-2)

Air yang kita butuhkan adalah Roh Kudus. Kekuatan dan penghiburan kita bersumber dari Roh Kudus, iblis bekerja di tempat yang kering sedangkan Roh Kudus adalah sumber air yang diberikan Tuhan bagi barangsiapa yang haus. Roh Kudus yang dapat memberikan kelegaan dan jalan keluar bagi barangsiapa yang haus dan mengalami kekeringan.

Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan. (Yoh. 7:37-39)

Kekeringan seringkali secara tidak sadar dapat kita alami, yang dapat mengambil sukacita dan senyum kita. Kekeringan ini dapat menjadi tempat untuk iblis bekerja. Oleh karena itu, kita harus dipenuhi oleh Roh Kudus sehingga dari dalam hati kita akan mengalir aliran-aliran air hidup yang membuat kita selalu semangat dan bersukacita.

Amin! God Bless You