facebook twitter
 
home » news

13 Agustus 2017: IR 3
Dibuat : 13/08/2017 05:46:39

RESPON DALAM MENGHADAPI MASALAH

Pdt. DR. Anthony Chang, M.Th

Ibadah Raya III - Pkl. 11.45 WIB – 13 Agustus 2017

 

Ketika itu Yusuf tidak dapat menahan hatinya lagi di depan semua orang yang berdiri di dekatnya, lalu berserulah ia: "Suruhlah keluar semua orang dari sini." Maka tidak ada seorangpun yang tinggal di situ bersama-sama Yusuf, ketika ia memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya. Setelah itu menangislah ia keras-keras, sehingga kedengaran kepada orang Mesir dan kepada seisi istana Firaun. Dan Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya: "Akulah Yusuf! Masih hidupkah bapa?" Tetapi saudara-saudaranya tidak dapat menjawabnya, sebab mereka takut dan gemetar menghadapi dia. Lalu kata Yusuf kepada saudara-saudaranya itu: "Marilah dekat-dekat." Maka mendekatlah mereka. Katanya lagi: "Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir. Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu. Karena telah dua tahun ada kelaparan dalam negeri ini dan selama lima tahun lagi orang tidak akan membajak atau menuai. Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong. Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah; Dialah yang telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya dan sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir. Segeralah kamu kembali kepada bapa dan katakanlah kepadanya: Beginilah kata Yusuf, anakmu: Allah telah menempatkan aku sebagai tuan atas seluruh Mesir; datanglah mendapatkan aku, janganlah tunggu-tunggu. Engkau akan tinggal di tanah Gosyen dan akan dekat kepadaku, engkau serta anak dan cucumu, kambing domba dan lembu sapimu dan segala milikmu. Di sanalah aku memelihara engkau--sebab kelaparan ini masih ada lima tahun lagi--supaya engkau jangan jatuh miskin bersama seisi rumahmu dan semua orang yang ikut serta dengan engkau. Dan kamu telah melihat dengan mata sendiri, dan saudaraku Benyamin juga, bahwa mulutku sendiri mengatakannya kepadamu. (Kej. 45:1-12)

 

Apakah kita pernah merasa kecewa, marah, sakit hati kepada Tuhan?? Perasaan tersebut bisa saja terjadi dan kita rasakan, hal tersebut masih wajar karena sebagai manusia seringkali kita tidak mengerti apa yang Tuhan kehendaki dan rancangkan. Reaksi pertama yang kita rasakan bisa saja seperti hal tersebut, banyak pertanyaan yang kadang timbul sampai kita meragukan keberadaan Tuhan. Perasaan kecewa juga pernah dialami oleh Yunus dan beberapa tokoh Alkitab yang lain.

 

Yusuf tidak menyalahkan saudara-saudara dan situasi yang dia alami, dia tidak dendam dan merancangkan yang jahat kepada saudaranya. Respon Yusuf tetap mengasihi mereka bahkan memberikan pertolongan karena dia percaya bahwa Tuhan yang ada dibalik segala situasi untuk mendatangkan kebaikan bagi yang percaya kepada-Nya, walaupun dia bisa saja kecewa dan sakit hati namun dia tidak berespon seperti itu.

                                                    

Apa yang dapat kita pelajari dari perikop ini:

1.       Melalui segala masalah/pergumulan yang kita alami Tuhan menjadikannya mendatangkan kebaikan baik bagi kita maupun bagi orang lain.

2.       Tuhan ingin membentuk kita untuk menjadi pribadi yang memiliki karakter seperti yang Tuhan kehendaki. Tuhan yang lebih tahu siapa diri kita, apa yang terjadi adalah untuk membentuk kita semakin serupa dengan DIA, memiliki karakter seperti Kristus.

3.       Tuhan ingin kita tidak mengandalkan kekuatan sendiri. Ketika menghadapi masalah/pergumulan seringkali yang pertama kali kita lakukan adalah mencari jalan keluar sendiri, mencari tahu kenapa begini dan kenapa begitu, kita lupa untuk berserah kepada Tuhan.

4.       Tuhan ingin kita percaya kepada-Nya dengan sepenuh hati. Jangan terlalu banyak bertanya tentang keadaan yang kita alami, karena hal itu bisa membuat kita semakin kecewa kepada Tuhan. Tuhan berdaulat penuh atas hidup kita, DIA yang merancangkan segala sesuatu yang terbaik bagi setiap anak-anak yang percaya kepada-Nya.

5.       Tuhan ingin kita untuk berpikir positif bukan negatif. Tuhan itu baik, penuh kasih, dan kemurahan. Tidak ada yang tidak baik yang Tuhan rancangkan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

a.       Jangan menyalahkan diri sendiri, orang lain apalagi Tuhan.

b.      Jangan menyalahkan situasi yang ada.

c.       Tetap mengasihi.

d.      Jangan berusaha mencari sumber penyebabnya tetapi berserahlah kepada Tuhan.

e.      Kuatkan dan tegarkan hati kita.

                                                                       

Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang baik dan adil, bukan Tuhan yang jahat. Tuhan yang berdaulat penuh atas hidup setiap kita adalah Tuhan yang memiliki rencana dan rancangan yang terbaik. Keadaan tidak selamanya akan berjalan baik, ada saat dimana keadaan bisa berbalik menjadi tidak baik, kita mengalami masalah dan pergumulan yang berat, namun tetaplah percaya kepada Tuhan, jangan menyalahkan siapa-siapa dan situasi, jangan berusaha mencari penyebabnya namun kuatkan hati dan iman percaya kita kepada Tuhan, sebab DIA baik.

Amin! God Bless You