facebook twitter
 
home » news

8 Oktober 2017: IR2
Dibuat : 08/10/2017 08:38:14

HOME VS WORLD

Pdm. Dr. Bambang Susanto

Ibadah Raya  II - Pkl. 09.00 WIB – 08 Oktober 2017

 

“Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.” ( Luk. 15:11-29)

Di dalam ayat ini Tuhan menggambarkan dua tempat bagi kita, yaitu rumah dan dunia luar. Dimana rumah berarti tempat dimana kita tinggal dan mendapatkan berkat Tuhan di dalamnya, untuk dapat mengalami berkat Tuhan kita perlu untuk tinggal di dalam rumahNya. Sedangkan dunia luar diartikan sebagai tempat dimana kita bekerja ataupun bersosialisi.  

1.       Pemilik vs Pengelola

Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.( Luk. 15:12)

Tuhan adalah pemilik dari segala yang ada di dunia ini (harta, hidup, keluarga, bisnis), sedangkan kita hanya sebagai pengelolanya dimana sebagai pengelola yang baik kita harus menjaga pemberian yang sudah Tuhan berikan. Orang yang merasa dirinya sebagai pemilik akan sering mengalami kepahitan dengan Tuhan, sebab dia merasa semua yang dimiliki merupakan hasil jerih payahnya sendiri bukan pemberian Tuhan.

2.       Dad vs Boss

Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.( Luk. 15:15-16)

Berkat yang kita peroleh serta segala yang kita miliki semuanya berasal dari bapa kita di surga yaitu Tuhan Yesus Kristus, bukan berasal dari dunia (boss).

3.       Warisan vs Kerja Keras

Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.( Luk. 15:31)

Seorang anak kandung akan mendapatkan warisan dari bapaknya, begitu juga dengan kita sebagai anak Kristus dimana kita telah menjadi seorang ahli waris kerajaan sorga dimana seorang ahli waris tidak perlu bekerja keras dan mengandalkan kekuatan kita. Ahli waris Tuhan adalah dia yang menyerahkan seluruh hati dan hidupnya kepada Tuhan.

 

Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.( Luk. 15:17-20)

 

Marilah setiap kita kembali kepada Bapa kita, serta kembali ke dalam rumahNya. Sebab Bapa yang baik akan selalu menerima kita kembali dengan tanganNya yang terbuka. Hanya satu pribadi yang sanggup menerima kita kembali dan mengampuni segala kesalahan kita yaitu Yesus Kristus.

 

Amin! God Bless You