facebook twitter
 
home » news

8 oktober 2017: IR 5
Dibuat : 08/10/2017 11:06:27

MUSIM YANG BARU

Pdp. Simon S. Samosir, SE

Ibadah Raya V - Pkl. 16.30 WIB – 08 Oktober 2017

 

 

Sesuai visi Gembala kita tahun 2016 ke 2017 adalah Tahun Pembebasan seutuhnya, Tahun Mujizat penuaian. Dan Visi tahun 2017 ke 2018 adalah Tahun Musim yang baru. Visi berguna untuk mengarahkan kita ke arah yang Tuhan mau. Tahun ini adalah tahun musim yang baru dan telah tiba. Seperti bangsa Israel yang mengalami musim yang baru.

 

Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu karena orang Israel; tidak ada orang keluar atau masuk. Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa. Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya, dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala. Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan."  (Yos. 6:1-27)

 

Saat bangsa Israel memasuki musim yang baru banyak hal/ masalah yang ada didepan mereka. Tuhan memberikan pesan kepada pemimpin bangsa Israel agar mereka mengelilingi tembok Yerikho sebanyak 13 kali sehingga tembok tersebut rubuh dan bangsa Israel mendapat kemenangan. Bagaimana cara menjalani musim yang baru?

1.      SEGERA merespon pesan yang telah diterima dan melakukannya (Ay. 8).

Saat seorang pemimpin mendengar pesan dari Tuhan maka segeralah melakukan hal yang dikehendaki Tuhan agar musim yang baru tersebut dapat kita lalui dengan baik.

2.      Jangan bersungut- sungut/ banyak bicara saat melakukan pesan dari Tuhan (Ay. 10).

Saat kita bersungut-sungut maka kita tidak akan bisa mendengar suara Tuhan dan kita tidak akan pernah mengucap syukur untuk segala sesuatunya.

3.      Kita (Seorang pemimpin, suami) harus menjadi contoh dan teladan (Ay. 12).

Seperti Yosua (Pemimpin bangsa Israel) telah memberikan contoh dan teladan yang baik bagi bangsa Israel sehingga bangsa Israel mengikuti hal yang baik yang telah dilakukan oleh pemimpinnya.

4.      Kita harus selalu bersorak dan mendeklarasikan bahwa kita telah menang (Ay.17-21).

Kita harus memiliki iman percaya, dapat bersorak dan bersukacita saat masalah masih ada didepan kita. Yakinlah Tuhan memiliki rencana yang indah saat kita memiliki iman percaya kepada Tuhan dan tidak ada rencananya yang gagal.

5.      Selalu ingat Tuhan untuk memberikan persembahan yang terbaik (Ay. 24).

Bangsa Israel memberikan persembahan yang terbaik yaitu emas dan perak saat Tuhan memberikan kemenangan kepada mereka. Dalam kehidupan kita sehari- hari kita belajar bahwa kita tidak boleh memberi asal-asalan/ iseng, baca firman untuk mengisi kekosongan waktu tapi kita harus benar-benar menyediakan waktu yang terbaik untuk membaca Firman Tuhan. Bagaimana kita tau bahwa persembahan yang kita buat adalah terbaik?

1.      Kita harus menyiapkan persembahan kita dari rumah

2.      Taat

3.      Jangan pernah menunda-nunda hal baik yang kita lakukan

 

Allah yang disembah bangsa Israel adalah Allah yang sama kita sembah saat ini, untuk itu milikilah respon yang benar dalam menjalani musim yang baru ini. Kita harus segera melakukan yang Tuhan mau, Jangan bersungut-sungut, menjadi contoh dan teladan yang baik bagi orang lain, bersorak- sorak/ sukacita sekalipun dalam masalah, dan memberikan persembahan terbaik kepada Tuhan Yesus Kristus.

 

Amin! God Bless You