facebook twitter
 
home » pelayanan

PELAYANAN JEMAAT

Untuk mendapatkan pelayanan khusus bagi jemaat GBI Intercon, dihimbau seluruh jemaat agar membuat Kartu Keluarga Jemaat (KKJ) agar kami pihak gereja lebih mudah untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal lagi kepada jemaat, dan untuk mendapatkan KKJ jemaat harus mengisi formulir seperti dibawah ini, atau menghubungi counter sekretariat di nomor tlp 021 5863208

 

FORMULIR PEMBUATAN KKJ

Baptisan Air

 

 

Kata baptis dalam Alkitab bahasa Indonesia berasal dari bahasa Yunani “baptizo” yang berarti:

Meliputi seluruhnya dengan cairan, mencelupkan sesuatu ke dalam cairan kemudian mengeluarkannya kembali, dibanjiri, dicelupkan, dibenamkan. (Strong’s Exhaustive Concordance by James Strong, S.T.D., LL.D., 1890)

Jadi, kata baptis sendiri artinya adalah diselamkan, oleh karena itu penggunaan istilah yang tepat adalah “baptis air”, bukan “baptis selam”, karena hal ini sama dengan mengatakan “selam selam”.

Sakramen Baptisan Air adalah tanda lahiriah yang suci sebagai meterai peristiwa kelahiran kembali yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Sakramen Baptisan Air menggambarkan peristiwa seseorang mengalami kematian dari kehidupannya yang lama, dikuburkan, dan dibangkitkan kembali bersama-sama dengan Tuhan Yesus.

Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. (Roma 6:3-4)

Syarat menerima Sakramen Baptisan adalah sudah lahir baru

Jadi, Sakramen Baptisan Air adalah peringatan yang sakral terhadap peristiwa ketika kita lahir baru dalam Kristus. Ingatlah bahwa seseorang tidak menjadi lahir baru dengan cara dibaptis. Seseorang lahir baru ketika dengan mulut mengaku dan dengan hati percaya bahwa Yesus adalah Tuhan.

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. (Roma 10:9-10)

Rasul Petrus juga memberikan syarat lain, yaitu bertobat; Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (Kisah 2:38)

Ini berarti siapa pun yang percaya kepada Yesus dan sudah bertobat, harus membuat keputusan untuk dibaptis. Bertobat menunjukkan bahwa mereka yang dibaptis cukup dewasa untuk dapat mengambil keputusan secara pribadi, dan dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Hal ini juga menyiratkan adanya usia yang dapat dipertanggungjawabkan, dalam hal ini Gereja Bethel Indonesia menetapkan umur 12 tahun.

Bagaimana cara dibaptis?

Sesuai dengan arti kata baptisan, metode baptisan air adalah dengan cara seseorang dimasukkan ke dalam air sampai seluruh tubuhnya tertutup dengan air untuk menggambarkan peristiwa kematian dan penguburan manusia lamanya. Lalu kemudian dikeluarkan kembali dari air untuk menggambarkan peristiwa kebangkitannya bersama Yesus menjadi ciptaan yang baru.

Di mana seharusnya kita dibaptiskan?

Di dalam air, di mana saja ada banyak air, bisa di kolam, di tepi pantai, di sungai, bak permandian, dan lain-lain. Yang penting adalah ketika dibaptis, tubuh seseorang sepenuhnya ditutupi dengan air.

Kapan seharusnya kita dibaptiskan?

Segera setelah kita percaya kepada Tuhan Yesus dan bertobat dari dosa-dosa kita.

Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan! (Kisah 22:16)

Kami menghimbau bagi para jemaat GBI Intercon yang belum dibaptis agar segera mendaftar dicounter sekretariat setiap hari minggu di Lt.3 GBI Intercon, dan preosesi baptisan akan dilaksanakan di gedung baru GBI Intercon lt.2

Perlu diketahui juga bahwa persyaratan penyerahan anak adalah sbb :

  1. Mengisi Formulir
  2. Pasphoto Berwarna ukuran 3 x 4 = 2 lembar atau Foto Digital

Formulir Baptisan Air dapat diambil dengan mengisi form dibawah ini atau diambil di Counter Sekretariat pada hari Minggu , Tuhan Yesus Memberkati.

* Formulir Baptisan Air diserahkan paling lambat 1 seminggu sebelum pembaptisan dilaksakan.

Pemberkatan Pernikahan

Pernikahan atau perkawinan adalah lembaga yang diciptakan dan merupakan inisiatif Allah sendiri. Allah berinisiatif menjodohkan Adam dan Hawa, dan mengikatkan keduanya dalam sebuah ikatan pernikahan yang kudus (Kejadian 2:21-25). Pernikahan, menurut Undang-Undang Republik Indonesia tahun 1974, adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Pandangan Alkitab

  • Perkawinan atau pernikahan adalah antara satu laki-laki dengan satu perempuan (Kejadian 2:18-25).Perkawinan Kristen adalah monogami.
  • Kekristenan tidak membenarkan poligami (1 Korintus 7:2; 1 Tesalonika 4:2-5).
  • Ikatan perkawinan adalah ikatan yang telah dipersatukan oleh Allah, oleh sebab itu tidak dikenal adanya kata cerai sebab Allah membenci perceraian (Matius 19:6; Markus 10:9; 1 Korintus 7:10-11).

Form Pemberkatan Nikah

Persyaratan pemberkatan pernikahan adalah sbb :

(Jika belum ada KKJ harus ada surat keterangan dari gereja yang sekarang / sebelumnya)

Catatan Sipil dari Gereja : ASLI

Catatan Sipil sendiri : Fotocopy

Catatan Sipil dari Gereja : 10 Lembar

Catatan Sipil sendiri : 5 Lembar

  1. Mendaftarkan diri 6 bulan sebelumnya
  2. Mengisi Formulir
  3. Fotocopy Surat (Akta) Baptisan Air (selam)
  4. Fotocopy Kartu Keluarga Jemaat
  5. Surat Keterangan Belum Pernah Menikah Dari Lurah (N1, N2, N4)
  6. Fotocopy Kartu Keluarga (komputerisasi)
  7. Fotocopy Akta Kelahiran
  8. Fotocopy Ganti Nama *
  9. Fotocopy KTP Calon Mempelai
  10. Pas Photo warna bersama ukuran 6x4
  11. Surat pernyataan / persetujuan dari Orang Tua kedua belah pihak di atas Materai Rp. 6.000,-
  12. Fotocopy KTP Orang Tua
  13. Wajib mengikuti KOM 100 dan melampirkan Foto Copy Sertifikat KOM 100
  14. Wajib mengikuti Bimbingan Pra Nikah (BPN) dan melampirkan Sertifikat BPN
  15. Surat Pernyataan bahwa seluruh data yang diserahkan adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan
  16. DP Pendaftaran Catatan Sipil Rp 200.000,- (Dua Ratus Ribu Rupiah)
  17. Wajib mengikuti konseling & membawa Alkitab
  18. Surat pernyataan sebagai Suami - Istri yang sah di atas materai Rp. 6.000,-
  19. Fotocopy Akta Kelahiran Anak

Silahkan download formnya DISINI dan lengkapi persyaratannya,terima kasih Tuhan Yesus Memberkati.

Form Peneguhan Nikah

Persyaratan peneguhan pernikahan adalah sbb :

  1. Mengisi Formulir
  2. Fotocopy Akta Baptis Selam
  3. Fotocopy Kartu Keluarga Jemaat
  4. Fotocopy KTP
  5. Fotocopy Akta Nikah Catatan Sipil (* jika ada)
  6. Fotocopy Buku Nikah dari Agama lain
  7. Surat Pernyataan / Testimoni sebagai Suami Istri Tanda Tangan Diatas Materai (* jika syarat 6 dan 7 tidak ada)
  8. Fotocopy Akta Kelahiran
  9. Fotocopy Kartu Keluarga
  10. Fotocopy Akte Lahir Anak (* jika ada)
  11. Pas Foto Bersama Berwarna 4x6 = 5 lbr / Digital
  12. Fotocopy Sertifikat KOM

Silahkan download form nya DISINI dan lengkapi persyaratannya. Terima kasih Tuhan Yesus Memberkati.

Konseling

Arti konseling itu sendiri adalah pertolongan dalam bentuk wawancara yang mengharuskan adanya interaksi dan komunikasi yang mendalam antara konselor dan konseli dengan tujuan pemecahan masalah dan perubahan tingkah laku atau sikap serta pengendalian diri, mengembangkan kemampuan, menolong menjadi pribadi yang mantap.

 

 

TUJUAN KONSELING

Tujuan pelayanan konseling tidak lain merupakan pelayanan pewartaan kasih Tuhan, sehingga seorang konseli dapat menerima anugerah pulihnya hubungan kasihnya dengan Tuhan, dan dengan demikian untuk segala permasalahannya dapat dicari jalan keluarnya bersama Tuhan. Konkritnya, untuk memperkenalkan Tuhan sebagai Juruselamat dan penolong, sehingga konseli memperoleh hidup baru. Melihat hal ini, perlulah mengetahui tujuan konseling itu sebenarnya.

Tujuan konseling antara lain:

  • Mengubah suatu sikap atau tingkah laku yang merugikan dan menolong seseorang untuk mengerti nilai-nilai kehidupan yang ada. Seorang konselor perlu menemukan macam-macam cara, agar konseli mengubah hal-hal yang perlu untuk pengembangan dan kemantapan dirinya, termasuk hal-hal yang ada dalam lingkungan hidup konseli.
  • Belajar bagaimana harus bergaul dan berkomunikasi dengan sesama. Disini konseling bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan seseorang, sehingga pandangan dan penilaian diri sendiri bisa menjadi lebih obyektif serta peningkatan ketrampilan dalam penyesuaian diri lebih efektif.
  • Membantu seseorang untuk dapat mengekspresikan perasaan kuatir, gelisah, takut atau kemarahan secara sehat. Bimbingan seorang konselor dibutuhkan agar konseli dapat mengutarakan secara terbuka perasaan dan frustrasinya untuk menyadarkan konseli akan tantangan realita kehidupan ini dan untuk membimbingnya kepada pertumbuhan iman dan kematangan emosi, sehingga ia dapat mengatasi dengan lebih mudah permasalahannya.
  • Menolong mengerti sebab-sebab dari persoalan yang timbul. Dalam konseling, seorang konselor bertugas untuk mendengar, memperhatikan apa yang dikatakan, mendorong konseli untuk menjelaskankannya lebih lanjut, memberi komentar, ataupun mengajukan pertanyaan-pertanyaan sehingga konselor bisa mempunyai gambaran yang lebih jelas mengenai masalah yang dihadapinya secara keseluruhan.
  • Menyadarkan konseli akan dosanya, agar mengakui dosanya dihadapan Tuhan, supaya dapat mengalami pengampunan dan memulai suatu kehidupan yang baru. Disini konselor mengkonfrontasikan konseli dengan kesalahan, kelemahan, kegagalan bahkan kebodohannya dengan tujuan untuk menolong konseli agar memahami tindakannya sendiri dan melakukan langkah-langkah perbaikan yang selama ini ditolaknya.
  • Menciptakan kesediaan seorang konseli untuk mendengarkan nasihat, teguran, dan untuk menolong orang lain yang mempunyai permasalahan yang sama.
  • Belajar tumbuh dalam iman dan pengenalan akan Tuhan dalam doa dan perenungan Sabda Tuhan secara teratur. Konseling akan membawa seseorang masuk dalam kehidupan yang lebih dapat dinikmati (bdk. Yoh 10:10) bahkan sampai mengalami kehidupan yang kekal di surga (bdk. Yoh 3:16).

GBI Intercon juga memberikan fasilitas untuk konseling kepada seluruh jemaat yang membutuhkan. Untuk dapat mengemban tugas dalam pelayanan bimbingan dan konseling dengan pengertian, tujuan, fungsi, prinsip, serta  dasar-dasar kekristenan yang sesuai dengan firman Tuhan. bagi yang berminat dapat menghubungi kantor sekretariat dinomor 021-5863208 

Pelepasan

Bagi jemaat GBI Intercon yang ingin mendapatkan pelayanan pelepasan dan dukungan doa dapat mengikuti Rumah Doa yang dilaksanakan setiap hari kamis pkl 10.00 pagi di 1 gedung lama.

Penyerahan Anak

 

 

Penyerahan anak kepada Tuhan dilakukan untuk meneladani Tuhan Yesus, di mana anak-anak berusia 8 hari hingga 12 tahun diserahkan kepada Tuhan di dalam Ibadah Raya.

Penyerahan anak dilakukan supaya anak-anak diberkati Tuhan dalam segala perkara, baik dalam pertumbuhan, roh, jiwa dan tubuh, kesehatan, hikmat-akal budi, perlindungan, penyertaan dan masa depan. Hal ini juga menjadi bukti bahwa orang tua memberikan teladan dalam hal membutuhkan dan mengandalkan Tuhan. Orang tua tidak bisa membentuk anak dengan kekuatannya sendiri tetapi Tuhan sanggup mengurapi dan memakai orang tua.

Dalam penyerahan anak, Gembala/Pendeta akan mengucap syukur, meletakkan tangan atas anak tersebut dan berdoa singkat menyerahkan anak itu ke dalam tangan Allah yang hidup dan berkuasa. Orang tua juga didoakan agar hidupnya diberkati dan diberikan tuntunan oleh Tuhan untuk merawat dan menjaga anak tersebut.

Firman Tuhan yang mendasari penyerahan anak adalah

Matius 19:13-15, Markus 10:13-16, Lukas 18:15-17.

Untuk mempersiapkan penyerahan anak, jemaat dapat menghubungi Sekretariat Gereja di nomor telepon pada bagian bawah dan mengisi formulir penyerahan anak.

Bagi orang tua yang mempunyai anak yang masih dibawah umur dan belum dibaptis, bisa melakukan penyerahan anak di gereja pada minggu ke 4(empat) setiap bulannya. untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi kantor gereja dinomor 021-5863208

Formulir Penyerahan Anak

Perlu diketahui juga bahwa persyaratan penyerahan anak adalah sbb :

  1. Mengisi Formulir
  2. Fotocopy Akta Kelahiran Anak
  3. Fotocopy Akta Nikah Ayah Ibu / Akta Perceraian + Putusan Pengadilan (Kalau Orang Tua Bercerai)
  4. Fotocopy KTP Ayah + Ibu
  5. Fotocopy Kartu Keluarga Jemaat
  6. Pasphoto Anak Berwarna ukuran 3 x 4 = 2 lembar atau Foto Digital

Formulir Penyerahan Anak dapat diambil dengan mengisi form dibawah ini atau diambil di Counter Sekretariat pada hari Minggu, Tuhan Yesus Memberkati.

 

* Formulir penyerahan anak diserahkan paling lambat 1 seminggu sebelum penyerahan anak dilaksakan.

PERMOMONAN DOA & CARING

 

Doa adalah komunikasi dua arah yang didasari suatu hubungan antara hidup kita dengan sumber kehidupan yaitu Tuhan sendiri. Doa merupakan napas bagi kehidupan rohani orang percaya. Dalam doa, kita menghadap dan menyampaikan sesuatu pada Tuhan, dan sebaliknya doa juga menjadi salah satu sarana bagi Tuhan untuk menyampaikan pesan-Nya kepada kita.

 

Tuliskan permohonan doa Anda pada form doa di bawah ini. Tim DOA GBI PRJ GROUP CK7 akan mendoakan Anda. Cantumkan juga alamat E-mail atau No Telp/ Handphone, agar kami dapat mengirimkan pada Anda via E-mail atau SMS, bila ada pesan yang khusus/spesifik dari Tuhan bagi Anda. Rahasia Anda kami jaga.

Sebagai orang Kristen, saat kita menghadapi masalah, kita diperhadapkan dengan dua pilihan yaitu menyerah dengan masalah atau mengandalkan Tuhan melalui doa. Firman Tuhan berkata doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.Kami, tim pendoa, ada bersama Anda untuk mendukung Anda dalam doa atas masalah-masalah yang dihadapi sampai TUHAN menyatakan kemulian-Nya atas permohonan Anda.

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus." ( Filipi 4 : 6 - 7 )

Bagi Bapak / Ibu yang memerlukan pelayanan dukungan doa / permohonan caring dapat mengisi form dibawah ini dan buat jemaat yang membutuhkan pelayanan khusus dan bantuan doa serta caring dapat menghubungi kantor sekretariat gereja di nomor 021 5863208 atau hub. Sdri Regina 0813 1445 2402


PELAYANAN PENGHIBURAN

 

Tidak ada seorangpun yang dapat menghindar dari kematian, semua orang pasti mengalaminya.  Ada waktu lahir dan ada waktu dimana kita akan dipanggil pulang oleh Sang Pencipta. Namun ada begitu banyak orang yang tidak siap bahkan takut menghadapi kematian.

 

Rasul Paulus dalam Fil 1:21 menulis Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Demikian juga di 2 Tim 4:7, Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Kerena itu kematian bagi orang yang percaya bukan merupakan hal yang menakutkan tetapi justru merupakan hal yang indah.

Dunia ini penuh dengan banyak masalah dan penderitaan. Tetapi ada satu tempat dimana sama sekali tidak ada masalah dan penderitaan yaitu surga yang kekal. Jadi kematian bukan akhir dari segalanya, tetapi awal dari suatu kehidupan yang baru, kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan yang kekal bersama dengan Tuhan.

Untuk mendapatkan pelayanan khusus bagi jemaat GBI Intercon untuk mendapatkan informasi mengenai penghiburan, kematian bahkan penguburan, agar menghubungi counter sekretariat di nomor tlp 021 5863208

 

Diakonia

Diakonia Sebagai Tugas Gereja

Fungsi gereja sebagai satu komunitas yang terdiri dari berbagai unsur dan latarbelakang yang berbeda-beda tetapi satu dalam komunitas yang tidak jemu-jemu berbuat baik, diwujudkan dalam kebersamaan jemaat untuk berbuat baik dan bertolong-tolongan.

Jadi, komitmen dan itikad baik terhadap orang lain saling berbagi dalam beban, agar kelebihan kita mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kita, supaya ada keseimbangan. Paulus menegaskan komitmen tersebut, bahwa orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan (2 Kor. 8: 14-15).

Kutipan nats Firman di atas ini ingin menggugah kita bersama untuk hidup berdiakonia. Berdiakonia adalah pelayanan kasih untuk kesejahteraan manusia (orang lain). Dalam berdiakonia harus ada kesadaran, memberi uluran kepada sesama. Sehingga, berdiakonia juga dapat diartikan berkorban.

Berkorban adalah syarat mutlak untuk mendatangkan kesejahteraan bagi orang lain. Ini keputusan teologis karena gereja di Indonesia melihat bahwa pada Pancasila, khususnya melalui sila Ketuhanan Yang Maha Esa, terbuka koridor keterlibatan agama Kristen untuk berpartisipasi pada proyek bersama berbangsa.

Berdiakonia Adalah Kasih Tanpa Bersyarat

Kegiatan diakonia yang berurusan dengan kemanusiaan, yang materi, yang fisik dapat terlaksana dengan baik hanya bila dimulai dengan Roh Tuhan (Gal 5:22). Sifat-sifat roh manusia yang baik selalu dipenuhi rasa kasih sayang, bertanggung jawab, lemah lembut, kesetiaan, suka menolong, murah hati, berhati suci, terus-terang, bersahabat, dan masih banyak lagi.

Hal itu merupakan potensi yang sangat dahsyat bila semuanya diberdayakan dan diberi peran sesuai dengan talenta yang diberikan Tuhan dalam rangka peningkatan kesejahteraan bersama. Yaitu: memberi dari yang ada, membuat apapun yang dilakukan tidak terpaksa, atau harus berhutang. Kemudian memberi yang terbaik, sehingga semua yang dilakukan penuh dengan keseriusan dan rasa penuh tanggung jawab. Dengan demikian berdiakonia adalah jiwa dan raga yang berkorban untuk mendatangkan kesejahteraan bagi orang lain. Paulus meminta agar gereja saling mendukung, memikul, dan menopang.

Tugas jemaat adalah "saling membantu". Seharusnya bersatu padu menghadapi bencana pada saat banyak rakyat membutuhkan uluran tangan dari mana saja. Semua yang dilakukan hanya untuk Tuhan, dan memberkati orang lain. Mengucap syukur dan penuh sukacita adalah kunci untuk melakukan pelayanan ini dengan hati yang siap, terbuka, penuh semangat, dan tulus.

Pelayanan gereja dalam menyalurkan diakonia dan dana bantuan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. selamat memberi Tuhan Yesus memberkati.